

Karawang, 17-19 September 2026 – Pendidikan bagi anak tidak hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga bagaimana mereka tumbuh menjadi pribadi yang Beradab, Berakhlak Mulia, dan Beraqidah. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter siswa di SD Islam Al Azhar 41 Karawang melalui kegiatan SALAM.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi murid untuk belajar tentang aqidah, adab, dan kisah teladan sekaligus mengembangkan karakter melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan. Tidak hanya duduk mendengarkan materi, murid juga diajak mengikuti senam pagi, outbound, hingga berbagai permainan dalam rangka character building.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, murid mendapatkan pengalaman belajar yang menggabungkan nilai keislaman, pembentukan karakter, kebersamaan, kemandirian, serta kedisiplinan.
Bagi orang tua yang sedang mencari sekolah SD terbaik di Kabupaten Karawang dan Galuh Mas, kegiatan seperti Salam menjadi salah satu gambaran bagaimana pendidikan karakter diterapkan secara nyata dalam keseharian murid.
SALAM, Wadah Membentuk Murid Beradab dan Berakhlak Mulia
Pesantren Akhlak Mulia dirancang sebagai sarana bagi murid untuk memperkuat pemahaman agama sekaligus membiasakan diri menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Berbagai materi yang diberikan tidak hanya membahas hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga bagaimana seorang anak bersikap kepada orang tua, memahami pentingnya berbakti, serta mengambil pelajaran dari kisah kehidupan para tokoh terdahulu.
Siswa juga mendapatkan pengalaman melalui kegiatan yang melatih kerja sama, keberanian, tanggung jawab, dan kemandirian. Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran terasa lebih dekat dengan kehidupan mereka.

Sambutan dan Pesan untuk Peserta Salam
Kegiatan Salam juga diisi dengan arahan dari sejumlah pihak yang memberikan motivasi kepada para murid agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh.
Belajar Agama Sekaligus Mempraktikkan Adab

Salah satu pesan utama dalam kegiatan Salam adalah pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Kemuridan, Jamiyyah, dan Alumni SMP Islam Al Azhar, Bapak Casidin, M.Pd., dalam sambutannya sekaligus saat membuka kegiatan Salam.
Beliau mengingatkan bahwa Rasulullah SAW merupakan teladan terbaik sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Ahzab ayat 21:
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para murid bahwa mempelajari akhlak tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
Bapak Casidin berharap setelah mengikuti kegiatan Salam, murid dapat mempraktikkan apa yang telah dipelajari, sehingga adab dan akhlaknya semakin baik, semakin patuh kepada orang tua, serta mampu menjaga perkataan dan perbuatan.
Pesan Pak Obay: Ikuti Arahan Mentor dengan Baik

Kepala Sekolah SD Islam Al Azhar 41 Karawang, Bapak Obay Sobari, M.Pd.I., menyampaikan pesan kepada seluruh murid agar mengikuti kegiatan dengan baik dan memperhatikan setiap arahan yang diberikan.
“Ikuti dengan baik arahan mentor dan mudah-mudahan menjadi pengalaman terbaik.” pesan Pak Obay kepada para peserta.
Arahan tersebut menjadi bekal bagi murid agar dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan terbuka, tertib, dan menjadikan pengalaman selama Salam sebagai pembelajaran yang bermakna.
Pak Jenal Aripin: Menumbuhkan Karakter melalui Pengalaman Belajar

Wakil Kepala Sekolah SD Islam Al Azhar 41 Karawang, Pak Jenal Aripin, M.Pd., turut memberikan sambutan dalam rangkaian kegiatan SALAM. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan pentingnya kegiatan Pesantren Akhlak Mulia sebagai bagian dari proses pembentukan karakter murid.
Melalui kegiatan yang memadukan pembelajaran keislaman, praktik ibadah, mentoring, hingga aktivitas character building, murid diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam keseharian.
Pesantren Akhlak Mulia juga menjadi momentum bagi murid untuk belajar lebih mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta membangun hubungan yang baik dengan teman, guru, dan orang tua.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman positif bagi murid sekaligus memperkuat pembiasaan nilai aqidah, adab, dan akhlak yang menjadi bagian penting dalam pendidikan di SD Islam Al Azhar 41 Karawang.
Pesan Pimpinan Pusdiklat, Bapak Subur

Pimpinan Pusdiklat, Bapak Subur Kurniawan, S.Si., juga memberikan sejumlah arahan kepada peserta Salam. Beliau mengingatkan murid untuk mengikuti seluruh aktivitas dengan niat lillahi ta’ala, serta menjalankan kegiatan dengan tertib, teratur, disiplin, bertanggung jawab, dan mandiri.
Murid juga diarahkan untuk mengikuti arahan dari kakak mentor dan fasilitator selama kegiatan berlangsung.
Lebih lanjut, Bapak Subur berharap kegiatan tersebut dapat memberikan perubahan positif dalam kehidupan murid, terutama dalam hal ibadah dan adab.
Salah satu harapannya adalah murid semakin baik dalam melaksanakan salat. Untuk murid laki-laki, diharapkan semakin terbiasa melaksanakan salat di masjid serta membiasakan salat sunah.
Beliau juga menekankan pentingnya peningkatan adab murid setelah mengikuti kegiatan serta mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga kesehatan dan keselamatan.
Materi Aqidah: Menggapai Ridho Allah melalui Ridho Orang Tua
Salah satu materi yang disampaikan dalam kegiatan SALAM adalah materi aqidah dengan tema “Menggapai Ridho Allah melalui Ridho Orang Tua.”
Materi ini mengajak murid memahami pentingnya hubungan antara ketaatan kepada Allah SWT dan sikap berbakti kepada kedua orang tua.
Anak-anak diajak menyadari bahwa menghormati, menaati dalam kebaikan, membantu, serta menjaga perasaan orang tua merupakan bagian penting dari akhlak seorang Muslim.
Melalui materi tersebut, murid tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teori, tetapi juga diajak merefleksikan bagaimana sikap mereka selama ini di rumah.
Belajar Adab kepada Orang Tua
Selain materi aqidah, siswa juga mendapatkan materi mengenai adab kepada orang tua dan keutamaan berbakti kepada kedua orang tua.
Materi ini menjadi bagian penting dalam Pesantren Akhlak Mulia karena pembentukan karakter anak tidak terlepas dari bagaimana mereka berinteraksi dengan orang-orang terdekat, khususnya ayah dan ibu.
Siswa diajak memahami berbagai bentuk adab kepada orang tua, mulai dari menjaga tutur kata, menghormati, mendengarkan nasihat, membantu ketika dibutuhkan, hingga menunjukkan rasa sayang dan terima kasih.
Pembelajaran tersebut diharapkan dapat mendorong siswa untuk membawa nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan ke lingkungan keluarga.
Dengan demikian, hasil dari kegiatan SALAM tidak berhenti ketika rangkaian pesantren selesai, tetapi dapat terlihat melalui perubahan kebiasaan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Mengambil Hikmah dari Kisah Al Qomah
Tidak hanya materi aqidah dan adab, kegiatan SALAM juga menghadirkan kisah teladan “Detik-Detik Terakhir Wafatnya Al Qomah dan Muhasabah.”
Melalui kisah tersebut, murid diajak mengambil pelajaran dan melakukan muhasabah atau introspeksi diri.
Kisah Al Qomah menjadi pengingat mengenai pentingnya berbakti kepada orang tua serta menjaga hubungan yang baik dengan keduanya. Setelah mendengarkan kisah teladan tersebut, murid diarahkan untuk melihat kembali sikap dan perilaku mereka selama ini.
Muhasabah menjadi bagian penting karena murid tidak hanya mengetahui sebuah kisah, tetapi juga diajak bertanya kepada diri sendiri: sudahkah menjadi anak yang berbakti? Sudahkah menjaga perkataan kepada orang tua? Sudahkah melaksanakan nasihat yang baik?
Pembelajaran melalui kisah diharapkan membuat pesan tentang adab lebih mudah dipahami dan diingat oleh murid.
Senam Pagi, Belajar Sehat dan Ceria Bersama


Rangkaian kegiatan SALAM juga diisi dengan senam pagi. Aktivitas ini menjadi salah satu cara untuk menjaga kebugaran sekaligus menciptakan suasana kegiatan yang lebih menyenangkan.
Senam pagi memberikan kesempatan bagi murid untuk bergerak aktif setelah menjalani rangkaian pembelajaran. Selain menjaga kebugaran tubuh, aktivitas bersama juga dapat mempererat kebersamaan antar murid.
Suasana yang aktif dan menyenangkan membantu menciptakan pengalaman belajar yang tidak monoton. Murid dapat belajar bahwa menjaga kesehatan juga merupakan bagian dari tanggung jawab terhadap diri sendiri.
Outbound Character Building, Belajar Lewat Pengalaman


Salah satu kegiatan yang tidak kalah menarik adalah outbound character building dan games.
Melalui berbagai permainan dan aktivitas kelompok, murid mendapatkan kesempatan untuk belajar secara langsung mengenai nilai-nilai karakter. Mereka dilatih untuk bekerja sama, berkomunikasi, mengikuti aturan, menyelesaikan tantangan, serta bertanggung jawab terhadap peran masing-masing.
Aktivitas outbound juga memberikan ruang bagi murid untuk belajar menghadapi tantangan dalam suasana yang lebih santai dan menyenangkan.
Nilai-nilai seperti kerja sama, disiplin, keberanian, kemandirian, dan kepedulian terhadap teman menjadi bagian dari pembelajaran yang dapat diperoleh melalui aktivitas tersebut.
Dengan demikian, character building dalam kegiatan SALAM tidak hanya disampaikan melalui materi, tetapi juga dipraktikkan melalui pengalaman langsung.
terlihat perubahan, salatnya terbaik, untuk laki-laki di masjid dan salat sunah dilakukan.” pesan Bapak Subur.
Beliau juga berharap adab murid semakin baik serta mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga kesehatan dan keselamatan selama kegiatan.
Dari Kedisplinan hingga Kemandirian Murid
Membiasakan Murid Bertanggung Jawab

Dalam kegiatan Salam, murid tidak hanya menerima materi tetapi juga belajar menjalani aktivitas secara teratur. Arahan untuk disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Kebiasaan sederhana seperti mengikuti jadwal, mematuhi arahan mentor, menjaga barang pribadi, serta mengikuti aturan kegiatan dapat menjadi latihan bagi murid untuk bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.
Memperkuat Ibadah dan Adab Sehari-hari

Pesantren Akhlak Mulia juga menjadi kesempatan bagi murid untuk mengevaluasi dan memperbaiki kebiasaan sehari-hari.
Harapannya, pembiasaan yang dilakukan selama kegiatan dapat terus diterapkan setelah murid kembali ke rumah. Mulai dari menjaga perkataan, menghormati orang tua, menjaga sikap kepada guru dan teman, hingga meningkatkan kedisiplinan dalam beribadah.
Dengan demikian, nilai Beradab, Berakhlak Mulia, dan Beraqidah tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi karakter yang terus dibangun melalui pembiasaan.
Mengapa Pendidikan Karakter Penting bagi Anak?
Masa sekolah dasar merupakan periode penting dalam pembentukan kebiasaan dan karakter anak. Karena itu, lingkungan sekolah memiliki peran dalam membantu murid mengenal nilai-nilai kebaikan sekaligus mempraktikkannya.
Kegiatan seperti SALAM memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih luas. Murid belajar berinteraksi dengan teman, mengikuti arahan orang dewasa, menyelesaikan aktivitas bersama, serta memahami pentingnya menjaga sikap dan perilaku.
Inilah yang menjadi bagian dari upaya menghadirkan sekolah nyaman bagi murid, yaitu lingkungan yang tidak hanya mendukung perkembangan akademik, tetapi juga membantu anak bertumbuh secara karakter dan spiritual.
SD Islam Al Azhar 41 Karawang, Sekolah yang Menguatkan Karakter
Melalui berbagai program pembiasaan dan kegiatan pendidikan karakter, SD Islam Al Azhar 41 Karawang terus berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang seimbang antara akademik, agama, dan pembentukan kepribadian.
Kegiatan SALAM menjadi salah satu contoh bagaimana siswa diberikan kesempatan untuk belajar secara langsung mengenai adab, ibadah, kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab.
Bagi orang tua yang menginginkan lingkungan pendidikan yang friendly, nyaman, sekaligus memiliki perhatian terhadap pembentukan karakter Islami, SD Islam Al Azhar 41 Karawang dapat menjadi salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan.
Saatnya Bergabung dalam Pendidikan yang Berkarakter
Setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga Beradab, Berakhlak Mulia, dan Beraqidah.
Melalui lingkungan sekolah yang mendukung serta program pembelajaran yang terarah, proses tersebut dapat dibangun sejak usia sekolah dasar.
Ingin mengenal lebih jauh program pendidikan dan lingkungan belajar di SD Islam Al Azhar 41 Karawang? Orang tua dapat mengikuti informasi PMB (Penerimaan Murid Baru) dan mengenal lebih dekat berbagai program sekolah.
Ayo Bergabung Bersama SD Islam Al Azhar 41 Karawang
Ayah dan Bunda sedang mencari sekolah Islam di Karawang yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mendukung pengembangan bakat dan karakter anak?
Bersama SD Islam Al Azhar 41 Karawang, setiap murid mendapatkan kesempatan untuk tumbuh melalui pendidikan Islam, akademik, Tahfizh Al-Qur’an, bahasa Inggris, hingga berbagai pengembangan bakat dan prestasi.
Telepon: Whatsapp Sekolah
Instagram Resmi: @sdialazhar41
Pendaftaran Murid Baru : Informasi PMB SD Islam Al Azhar 41 Karawang
Mari temukan dan kembangkan potensi terbaik putra-putri Ayah dan Bunda bersama SD Islam Al Azhar 41 Karawang. Karena setiap anak memiliki kesempatan untuk menjadi juara di bidangnya masing-masing.
